Postingan

Menampilkan postingan dari 2023

Aksi Perdamaian Hijau (Green Peace) dan Korelasinya Terhadap Al-Qur'an

Gambar
Kesadaran akan lingkungan adalah satu gejala menarik dalam perkembangan manusia modern di bidang pemikiran pandangan hidup (environment) ialah tumbuhnya dengan kuat paham lingkungan. Paham ini sekarang tidak lagi milik orang-orang tertentu saja dengan tingkah laku dan pandangan yang aneh, tapi sudah menjadi semacam ideologi yang baru dan tegar. Tapi lain dari ideologi-ideologi serba eksklusif, faham itu menyebar di seluruh dunia dengan wajar, karena memang menjadi kepentingan setiap orang. Bahkan banyak kalangan yang secara diam-diam ikut bersyukur dengan tampilnya berbagai kelompok faham lingkungan militan, seperti, misalnya, gerakan "Perdamaian Hijau" (Green Peace) di Eropa. Dari sudut pandang sejarah umat manusia modern, faham lingkungan hidup dapat dikatakan sebagai suatu "pertobatan" atas dosa keserakahan manusia selama ini. Sebab zaman modern yang ditandai oleh penggunaan teknologi untuk kepentingan peningkatan setinggi-tingginya kesejahteraan hidup material...

Syair Hujan

Gambar
Hujan, akhir-akhir ini aku sudah tidak bertemu denganmu lagi. Banyak pelajaran yang ku dapat mengenai ketidakadaan dirimu. Hujan, maafkan diriku yang ketika kau datang kepadaku, aku justru mengabaikan dirimu. Kini, aku merindukanmu, sungguh.  Panas ini menyiksa. Dia ternyata tidak toleran kepadaku. Dia tidak seperti dirimu yang memeluk erat diriku di keheningan malam.  Hujan, di mana kau kini?  Datanglah. Bantu aku menepiskan rindu ini.  Bantu aku mengerjakan tugas hidup yang sulit kupahami. Kuajak kau menari di malam ini, berdua.  Hujan, jika kau datang kembali aku berjanji akan menghargaimu.  Hujan, isilah kembali baskom-baskom di relung dada ini.  Hujan, buatlah tubuh ini kuyup kembali. Hanya bau semerbak aspalmu yang mampu buatku tenang.  Aku akan berubah demi dirimu.  Hujan, maafkanlah diriku, datanglah, dan terimalah kembali diri ini. Tabik, 37 derajat celcius suhu Jakarta

Penggusuran

Gambar
Suatu hari saat seseorang sedang santai di rumahnya ia menemukan informasi bahwa rumahnya akan digusur. Akhirnya ia berusaha dan berjuang agar rumahnya tidak terkena gusur. Segala cara ia tempuh, bahkan ia juga sudah banyak yang dikeluarkan. Mulai dari uang, tenaga, bahkan rasa. Ia berjuang dan telah menunggu selama satu tahun. Asam,pahit, dan manis semua ia telah rasakan untuk memperjuangkannya.  Namun, saat keputusannya tiba ia diputuskan harus keluar dari rumahnya dan membawa segala barang-barangnya termasuk segala kerugiannya. Diketahui belakangan ia dipaksa keluar dari rumahnya itu dan segera mengosongi rumahnya.  Akhirnya mau tidak mau dan sudi tidak sudi ia mengemasi barang-barang miliknya karena sang penggusur mau menggusur rumah dan meratakannya dengan tanah. Si penggusur sambil berkata “Anda pasti bisa hidup di luar sana tanpa rumah ini.”  Si penggusur dengan congkak menggusur rumah orang yang belakangan terkenal tulus merawat rumah mereka itu. Alhasil rumah te...

Berdamai Dengan Kesia-siaan

Tenang. Tak berbekas, tak ada penyesalan dalam penyesalan itu sendiri.  Tak ada yang perlu lagi untuk di sesali, kawan. Kini, kuajak kau bermain lagi untuk menemukan potongan hidup yang sempat hilang raib. Menemukan orang baru dalam hidupmu. Melekatan senyuman dan kasih tulus kepadanya. Masa lalu jangan kau tangisi, ia hanya menjadi gulana.  Memecut pada lembaran baru, hari demi hari saling menguati. Tak ada lagi gundah tak ada lagi paranoid yang membayangimu. Itulah kenapa dinamakan cinta. Karena ia adihulung. Dirimu mengejawantahkan cinta yang sesungguhnya. Bukan bungkusan sampah belaka yang terbang melayang hanya karana ditiup angin. Sepoi namun menjauhkan itu darimu.  Dirimu kuat, tak sebatas kata. Elegi ini kukidungkan hari-demi-hari, bukan karana kepergianmu tapi karana ketidakberdayaanku akan muslihatmu. Lihatlah, dunia kembali.  Memekikan kepada ibunya seraya berkata “ibu aku kembali.” Sungguh cinta amat kejam, kataku. Bapakku pun tak rela anaknya setiap hari...

Siapakah Yang Lebih Tega Di Antara Kita Wahai Mas Keamanan Pondok?

Sehat kataku, begitu pesan singkat kubalaskan dari dia laki-laki yang telah mengecewakan itu. Lantas, beberapa hari kemudian ia datang kembali memberi isyarat yang mesti kupahami keinginannya. Tak berselang lama, ia datang lagi sambil menyirap hati ia bersuara “Kenapa kamu tak lagi memerhatikanku? Sudah hilang rasa pedulimu padaku? Sudah lenyapkah perasaanmu hingga tak sudi berjalan kembali bersamaku. Sungguh Tega dirimu!” Tega , katanya. Apakah menunggu dalam kurun waktu satu tahun itu namanya tega? Apakah memberikan kesempatan kepadanya beribu kali dalam satu tahun dengan harap perubahan itu tega? Kau campakkan aku saat kau tiba di tanah kelahiran kita, kau buang muka di saat hari suci itu dariku, kau balas bentakan saat aku memberi senyum kepadamu, kau bilang ingin kembali ke tanah perantauan saja daripada harus bertemu denganku, kau bilang kita masing-masing saja, kau bilang cinta dan sayangku akan habis seiring berjalannya waktu, setelah itu kau tutup semua jalanku menuj...

Filosofi Teras Jalan Ninja Keluar Dari Hubungan Toxic

Gambar
Persis seperti yang filosofi teras tulis dalam bukunya. Hidup hanya ada dua kendali yang dikenal dengan dikotomi kendali. Yakini sesuatu yang bisa dikendalikan, dan sesuatu yang tidak bisa dikendalikan. Mengenai sesuatu yang bisa kita kendalikan nyatanya hanya sedikit, yakni perihal tindakan kita, cara berpikir kita, opini kita, dan usaha kita. Adapun perihal yang tidak bisa kita kendalikan justru jauh lebih banyak dari sesuatu yang bisa kita kendalikan. Yakni seperti opini orang lain kepada kita, perlakuan orang lain kepada kita, kesehatan kita, cuaca hari ini dan esok, nilai tukar rupiah, calon presiden 2024, dan masih banyak lagi,   termasuk putus cinta. Kenapa bisa putus cinta masuk ke dalam wilayah hal yang tidak bisa kita kendalikan? Dalam hubungan pasti ada usaha, atau ada yang namanya pengorbanan. Jika dalam hubungan ditemukan masalah, hal yang mesti kamu dan pasanganmu lakukan adalah menganalisis permasalahannya sehingga tidak menyebar berlarut-larut. Jika selama i...

Butuh Tekad Untuk Ninggalin “Si Toxic”

  Setahun belakangan telah menyadari perubahan dari dirinya. Pamit dan senyum seakan perpisahan paling pahit yang harus diambil diusia segini. Iya segini, usia yang seharusnya menjadi bulan-bulannya meniti keseriusan dalam berhubungan, namun itu kandas begitu saja. Seperti kata para senior bahwa sekeras apapun sesuatu yang kamu genggam akan juga lepas kalo cuma kamu sendirian yang genggam. Setahun belakangan lelah menunggu kehadirannya. Menjalin hubungan nan dihijabkan jarak. Menunggu dengan penuh kesabaran dan kesetiaan. Melewati banyaknya cobaan dengan sendiri di kota ini. Entah apa yang dia pikirkan di sana. Diri ini sudah menunggu dengan setia dan kerap kali dirundung kekecewaan yang datang dari ujung pulau jawa. Ibarat buah simalakama, sudah dia nan jauh di sana, eh tingkahnya ada pula adanya. Maksud saya, anda pasti capek meladeni mahluk yang tak kunjung mengerti maksud anda. Saya harus dipusingkan dengan beribu sikap dia yang harus saya terjemahkan sendiri. Jika salah, s...