Syair Hujan
Hujan, akhir-akhir ini aku sudah tidak bertemu denganmu lagi. Banyak pelajaran yang ku dapat mengenai ketidakadaan dirimu. Hujan, maafkan diriku yang ketika kau datang kepadaku, aku justru mengabaikan dirimu. Kini, aku merindukanmu, sungguh. Panas ini menyiksa. Dia ternyata tidak toleran kepadaku. Dia tidak seperti dirimu yang memeluk erat diriku di keheningan malam. Hujan, di mana kau kini? Datanglah. Bantu aku menepiskan rindu ini. Bantu aku mengerjakan tugas hidup yang sulit kupahami. Kuajak kau menari di malam ini, berdua. Hujan, jika kau datang kembali aku berjanji akan menghargaimu. Hujan, isilah kembali baskom-baskom di relung dada ini. Hujan, buatlah tubuh ini kuyup kembali. Hanya bau semerbak aspalmu yang mampu buatku tenang. Aku akan berubah demi dirimu. Hujan, maafkanlah diriku, datanglah, dan terimalah kembali diri ini. Tabik, 37 derajat celcius suhu Jakarta