Postingan

Menampilkan postingan dari 2024

Amorfati Fatum Brutum - Novifath Berfilsafat

Gambar
  Renungan pagi. Alkisah seorang tokoh mantan Panglima Angkatan Udara era Presiden Soekarno bernama Omar Dani. Kariernya ibarat pesawat jet melayang tinggi, dalam usia relative muda sekembali dari pendidikan di luar negeri mendapat kepercayaan sebagai pucuk pimpinan di AURI tahun 60 an.  Perjalanan nasib tak terduga, karena pergolakan politik saat itu, tiba-tiba karir pak Omar Dani   menukik turun. Ibarat   karirnya seperti pesawat terbang yang parkir di dalam hangar dan tak pernah tetbang lagi. Kisah ini amat tragis, memilukan, seumpama kidung yang diperdengarkan lirih di malam sunyi. Terlepas dari pro kontra intrik-intrik perpolitikan saat itu, namun kita patut terkesan dan mengambil pelajaran dari sikap yang ditunjukkan almarhum   Omar Dani sebagai panglima tinggi di AURI kala itu dengan ksatria menerima dan menghadapi nasibnya.  Segala risiko atas perintah komandonya ditanggungnya sendiri tanpa melempar tanggungjawab kepada anak buahnya. Sekembali dar...

Kepada Novi

Gambar
  Judul Puisi : Kepada Novi Pengarang : Priyopati (puisi dibuatkan khusus untuk Novi Fath) Kepada “Novi” Rasa haru mengharu biru, membuncah tertumpah ruah Engkau hadir tak terduga Nampak dibalik balut hijab    Wajahmu tersenyum sumringah   Setelah lelah kami menunggu   Kehadiranmu sungguh tak terduga Kejutan bahagia anugerah terindah bagi kami sekeluarga   Kini, Taman hati kami harum semerbak, mewangi Indah warna warni Dihias   bunga, anyelir ungu   Perjalanan kita sampai samudera harapan, kadang menantang, meliuk, menghempas Kita   terus siasati mencari jalan, Menyelinap di antara celah karang   terjal Menghindari   amukan ombak   Teriring do’a penuh haru Atas segala keyakinan dan keteguhan kita Bersama menggapai cita   Ijabah dan Ridho Allah Itulah bahagia hakiki kita   Tribute to : my beloved Novi Fatonah (salam penuh cinta dari Mama Ten , Bapak, dan M...

Jogja Malam Setengah Dua

Gambar
Judul Puisi : Jogja Malam Setengah Dua Karya : Novifath.   Jogja malam itu, Mencipta satu kisah, Akan pertemuan dan perpisahan.   Jogja dan tugunya menjadi salinan kisah, tentang dirimu pria berjaket merah. Menggenggam ingatan, sejauh apapun raga.   Antara jogja dan wedang jahe sama hangatnya, Baunya tenang, menggulung harapan. Seakan menjadi kita, punya cita-cita dan tujuan.   Jogja itu kita berbonceng dua, Jogja itu kita malam setengah dua, Jogja itu kita diheningnya kata, Jogja itu kita mata yang berbicara.   Prambanan, Desember 2022. Pukul 1.30 WIB

Tak Malukah Kita?

Gambar
Puisi Judul : Tak Malukah Kita? Karya : Novifath   Jika Akhlak kau definisikan sekedar bersalaman. Jika Akhlak kau definisikan sekedar anggukan. Kau salah.   Mencium tangan sambil menunduk itu bukan akhlak. Itu sopan santun.   Akhlak adalah ketika diri merasa tidak lebih baik. Akhlak adalah ketika tanganmu berjabat sombong tak nampak.   Akhlak bukan menunduk-nunduk, Sementara dari belakang kau menyeruduk.   Akhlak bukan basa basi sapa, Sementara kau di belakang menggibah.   Akhlak bukan laku dan tutur, Sementara tiap hari kau jumawa dalam mengatur.   Al Ghazali berkata Akhlak ialah sesuatu yg menetap dalam jiwa. Ia muncul sebagai perbuatan mudah. Tanpa pikir-pikir lama.   Kebon Jeruk, 24 Maret 2024 / 13 Ramadhan 1445 H

Sebaiknya

Gambar
Puisi Novi Fath, Judul Puisi : Sebaiknya. Sebaiknya tak usah kembali, dia yang memilih pergi. Barangkali masih ada jejak-jejak kita, di sudut kafe pilihanmu, di lorong belakang kampus, atau di dapur kos-kosanku. kain paling hangat itu, bukan selimut tapi kabarmu. minuman memabukkan itu, bukan tuak tapi rayuanmu. goresan paling perih itu buka luka terbuka, tapi janjimu. sebaiknya kau jangan mati dulu, sebelum kau melihat aku tersenyum lebar dan bertepuk tangan sambil menertawakan kelucuan kegagalan kita. Kebon Jeruk, Februari 2023