Kisah Nabi Yunus As ; Sang Dzunun di Dalam Perut Ikan Besar
Kisah Nabi
Yunus
Oleh Bu Guru Novi
Fatonah, S.Pd.
Alkisah di Negeri Ninawa. Masyarakat Ninawa suka menyembah berhala dan melakukan kezoliman. Nabi Yunus diutus Allah untuk membimbing penduduk Ninawa dari kekufuran dan kezoliman. Nabi Yunus berdakwah kepada penduduk Ninawa agar tidak menyembah berhala dan menyuruh untuk menyembah Allah SWT. Tetapi penduduk Ninawa menolak mentah-mentah dan tetap menyembah berhala juga melakukan kezoliman.
Hari demi hari, bulan-demi bulan,
tahun demi tahun penduduk Ninawa selalu menolak ajak Nabi Yunus. Kezoliman yang
dilakukan penduduk Ninawa semakin menjadi-jadi, sampai suatu Nabi Yunus
memperingatkan akan ada azab untuk penduduk Ninawa.
(1) Apakah Azab itu akan turun kepada penduduk
Ninawa?
Sang Dzunun atau panggilan Nabi Yunus dari
penduduk Ninawa itu hampir putus asa kepada kaumnya yang keras kepala itu. Maka,
sang Dzunun meninggalkan penduduk Ninawa tanpa pamit atau yang dalam al Qur’an
disebut abaqo (minggat atau pergi tanpa pamit). Awan mulai gelap dan
petirpun menyambar kencang di Ninawa.
وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا
Artinya : Dan
(ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, (Qs Al
Anbiya ayat 87)
Di hari kemudian, penduduk Ninawa sempat
mengintip rumah Nabi yunus dan tidak mendapati nabi Yunus di Rumahnya. Mereka
berpikir bahwa azab akan benar-benar datang, sebab kebiasaan pada zaman itu
bahwa orang yang berada di jalan yang benar sudah mengetahui duluan akan azab
yang akan menimpa suatu kaum, maka dia akan pergi meninggalkan kaum itu agar
terhindar dari azab.
Kemudian penduduk Ninawa menyadari akan hal
itu dan langsung percaya seketika itu juga pada perkataan dan ajakan Nabi Yunus
yang dulu mereka abaikan. Mereka berbondong-bondong beriman kepada Allah dan
meminta ampun kepada Allah. Bahkan diceritakan mereka membereskan kezoliman
pada hari itu juga, contohnya mereka merobohkan bangunan yang dibangun diatas
lahan milik orang lain (saking mereka tidak mau ada kezoliman kepada
orang lain dan Allah).
(2) Lalu dimanakan keberadaan Nabi Yunus saat
itu?
Nabi Yunus yang melalukan Abaqo (pergi tanpa pamit) sempat ingin pulang ke kampung Ninawa, akan tetapi di perbatasan ia melihat kampung Ninawa dan penduduknya baik-baik saja atau tidak terjadi azab (jadi disini Nabi yunus tidak mengetahu bahwa penduduk Ninawa telah bertaubat makanya azab tidak jadi turun).
Melihat kampung Ninawa
baik-baik saja, Nabi Yunus kecewa karena mengira azab tidak turun dan ia
khawatir akan dibunuh penduduk Ninawa sebab dahulu ada peraturan bahwa siapa
yang berbohong maka akan dibunuh. Akhirnya Nabi Yunus mengurungkan Niatnya
kembali pulang ke kampung Ninawa dan melanjutkan Abaqo (pergi tanpa
pamit).
Sampailah ia di pelabuhan dan meminta izin
untuk menumpang kapal itu.
إِذْ أَبَقَ إِلَى الْفُلْكِ الْمَشْحُونِ
Artinya : “(ingatlah)
ketika ia lari, ke kapal yang penuh muatan,” (Qs As Saffat ayat 140).
Singkat cerita di tengah lautan kapal itu tiba-tiba diterjang ombak dan badai sehingga kapal itu tidak dapat dikendalikan. Orang zaman dahulu percaya jika hal itu terjadi maka penyebabnya adalah mereka mengangkut penumpang Abaqo (pergi tanpa pamit/ pelarian).
Maka, diadakanlah undian yang apabila ia kalah maka harus dibuang ke laut.
Awalnya, para awak kapal tidak percaya jika Nabi Yunus adalah seorang pelarian
/ Abaqo karena penampilan yang rupawan. Tetapi ketika dua kali diundi,
nabi Yunus yang keluar namanya,
فَسَاهَمَ فَكَانَ مِنَ الْمُدْحَضِينَ
Artinya : “kemudian ia ikut berundi lalu dia termasuk
orang-orang yang kalah dalam undian.” (Qs As Saffat ayat 141)
dan terjunlah Nabi Yunus dari kapal ke dalam
lautan.
(3) Nabi Yunus ditelan ikan PAUS.
فَالْتَقَمَهُ الْحُوتُ وَهُوَ مُلِيمٌ
Artinya : Maka ia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan
tercela (QS. As Saffat ayat 142).
Jadi ikan itu langsung menelan Nabi Yunus,
dalam ayat 142 ada kata “Faltaqomahu” yang mana diambil dari kata iltiqom
artinya ditelan. Jadi Nabi Yunus tidak digigit dan tidak pula dikunyah oleh
ikan paus itu. Nabi Yunus tersadar dan teringat Allah, maka di dalam perut ikan
Paus nabi Yunus selalu berdoa dan beristigfar kepada allah.
لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي
كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Ajaib karena Allah Swt menerima taubat Nabi
Yunus dan ikan paus itu menepi ke pinggir laut lalu memuntahkan Nabi Yunus ke
pantai. Tubuh Nabi Yunus pun lemas karena telah lama di dalam perut ikan paus,
lalu Allah menumbuhkan sejenis pohon dari jenis labu untuk melindungi Nabi
Yunus hingga Nabi Yunus sehat. Sekembalinya ke kampung Ninawa, betapa terkejutnya
Nabi Yunus karena penduduk Ninawa telah beriman kepada Allah dan menantikannya.
(4) Lalu, Apa yang dapat kamu petik dari kisah
Nabi Yunus itu?
Komentar
Posting Komentar